Novel ini menceritakan tentang
kehidupan sehari-hari seorang cewek bernama Fairish atau yang biasa yang
dipanggil Irish. Irish adalah gadis yang agak tomboi, cuek, dan tak terlalu
memperhatikan penampilan seperti Meta, Pipit, Daniar, Wulan, dan teman-teman
lain seusianya.
Awal permasalahan yang menjadi
inti cerita pada novel ini mulai tampak pada saat SMU Palagan, sekolah Irish
kedatangan seorang siswa baru pindahan dari sebuah kota kecil di pinggiran
Jakarta, bernama Davidio Daniel Dharmawan atau yang biasa dipanggil Davi.
Seketika itu pula, Davi yang merupakan cowok yang sempurna mulai menarik
simpati cewek-cewek yang ada di kelas itu. Tetapi ia tetap menanggapi itu semua
dengan dingin. Ternyata tak semua cewek di kelas itu menaruh simpati padanya.
Irish-lah satu-satunya cewek yang tak terlalu berminat untuk ikut-ikutan
seperti teman-temannya yang lain. Mungkin hal itu memang karena sifat Irish-lah
yang cuek.
Lain Irish, lain pula Davi.
Justru dengan sikap Irish yang seperti itu membuat Davi suka padanya. Awalnya,
ia hanya ingin duduk bersebalahan saja dengan Irish agar ia tak terlalu merasa
terganggu mengingat sikap Irish yang tak terlalu perduli akan kehadirannya di
kelas itu. Tapi, Davi mulai merasa ada kecocokan dengannya, sampai-sampai ia
mulai menceritakan latar belakang kepindahannya dari sekolah yang sebelumnya.
Keputusan untuk pindah Davi
lakukan untuk menghilangkan kenangan masa lalunya yang pahit dan terus
menyiksanya. Di sekolah sebelumnya, Davi pernah mempunyai pacar yang bernama
Meilani. Tapi, hubungan mereka tak berlangsung lama. Meilani meninggal saat
sepeda motor yang dikendarai Davi untuk memboncengnya mengalami kecelakaan.
Keluarga Meilani tak bisa terima akan kejadian tersebut. Dari sinilah Davi
mulai berjanji tidak mau berurusan lagi dengan yang namanya cewek. Davi memang
terkenal kasar pada cewek.
Untuk menghindari masalah
tersebut, Davi pun meminta pada Irish untuk berpura-pura menjadi pacarnya.
Sebenarnya Irish ingin menolak permintaan Davi tersebut. Walaupun Irish adalah
cewek yang cuek, ia tetap menyadari bahwa Davi adalah sosok yang bisa memikat
hatinya, dan karena rasa iba padanya, irish pun menerima permintaan Davi.
Berdekatan dengan cowok cakep tidak seterusnya terasa indah, seperti itulah
yang dirasakan Irish.
Setelah ia mulai memainkan
perannya sebagai pacar pura-pura Davi, Irish mulai dimusuhi oleh cewek-cewek
lain yang menaruh simpati pada Davi. Selain itu, Irish juga harus menahan
perasaan sukanya pada Davi yang mulai tumbuh karena seringnya mereka bersama.
Perasaan itu mulai bisa ditekan
ketika di sekolah Irish kedatangan seorang siswa baru lagi yang bernama Alfa.
Alfa yang terkenal norak dan periang itu selalu menganggu hubungan Davi dengan
Irish untuk menarik simpatik Irish padanya. Alfa pun berhasil, karena memang
hubungan Irish dengan Davi hanyalah pura-pura. Davi tak bisa menolak keinginan
Irish untuk selalu bersama Alfa, walaupun Davi sendiri mulai ada rasa suka pada
Irish.
Menarik simpati Irish bukanlah
tujuan Alfa yang sebenarnya. Alfa adalah sepupu Meilani yang tak bisa menerima
perbuatan Davi yang mengakibatkan kepergian Meilani. Mendekati Irish hanyalah
sebagai suatu siasat untuk memulai urusannya dengan Davi, meskipun pada
akhirnya Alfa juga mengakui bahwa ia mulai suka pada Irish sejak ia sering
bersama.
Davi memang bersalah, tapi tak
sepantasnya ia dipermainkan seperi itu, apalagi jika ada sangkut-pautnya dengan
perasaan. Davi mulai mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan semua rasa
yang ada di hatinya pada Irish. Pada akhirnya Davi menyatakan perasaan cintanya
itu pada Irish di puncak pegunungan tempat kenangan Davi dengan Meilani. Dan
Irish-pun mengiyakannya karena memang sebenarnya dia mencintai Davi apa adanya.







0 komentar:
Posting Komentar