RSS

DEALOVA

Dealova

Cerita bermula dari seorang siswi cantik dari SMU Persada bernama Karra. Di sekolah, Karra dikenal sebagai sosok yang cukup pintar, nakal, periang dan jago main basket. Gayanya sangat tomboy dan penampilannya sangat santai. Sementara itu, di rumah, ia dikenal sebagai sosok yang manja sekaligus cuek. Apalagi semenjak ditinggal kedua orangtuanya ke New York lantaran ayah Karra bekerja sebagai diplomat di BKRI, dia sangat manja dengan Iraz, kakaknya.

Kehidupan di sekolah dan di rumah inilah yang membawa Karra masuk dalam kehidupan dua pria yakni Dira dan Ibel. Dira yang jago basket pertama kali dikenal Karra di sekolah. Dira adalah anak pindahan yang baru sekolah di sekolahnya Karra. Perkenalan mereka di awali dari sebuah lapangan basket. Dira adalah sosok laki-laki yang sangat misterius di sekolahnya, bahkan ia menjadi sorotan para gadis di sekolah, karna kepandaiannya dalam bermain basket. Karra pun menjadi tertarik dengannya. Lalu Karra dan Dira terkadang latihan bermain basket bersama. Tetapi disela bermain basket, terkadang Dira sering membuat Karra kesal, karena Dira sangat ketus dan tidak bias berperilaku lembut terhadap Karr. Karra sangat tidak suka bila perlakuan Dira seperti itu. Dira pun seperti angkuh dan tidak bias menghomati orang lain. Sedangkan, Ibel yang jago gitar pertama kali dikenal Karra di rumah Karra ketika itu sedang latihan band dengan Iraz. Ibel adalah teman kuliah sekaligus sahabat karip kakak Karra, Iraz. Ibel sangat mempunyai sifat yang berolak belakang dengan Dira, Ibel tipe laki-laki yang murh senyum, dia juga sabar dan berperilaku halus terhadap wanita. Awal Ibel suka terhadap Karra dimulai saat Iraz menitipkan Karra padanya, karena Iraz harus melanjutkan kuliah di luar negeri, jadi intensitas mereka tuk bertemu pun sangat sering. Ibel mulai merasa nyaman dan jatuh cinta pada Karra. Lama-kelamaan Ibel sering antar jemput Karra ke sekolah dan mengajaknya beli ice ceam bersama.

Lewat karakter dan cara berbeda, Dira dan Ibel berusaha menyampaikan rasa kasihnya kepada Karra. Bagi Karra, Dira yang sering ketus, galak dan kurang ajar seoalh selalu ingin menyakiti dirinya ternyata lebih menarik perhatiannya ketimbang Ibel yang penuh perhatian dan senantiasa berupaya menyenangkannya. Tak heran bila akhirnya Dira dipilih Karra menjadi pacarnya. Untuk itu, Ibel pun harus besar hati terhadap pilihan Karra. Karna ia sangat menyayangi Karra. Ibel sangat terpukul dengan keputusan Karra. Ibel khawatir kalau Dira adalah orang yang tidak tepat untuk Karra, karena dia mempunyai sikap yang keras. Tapi itulah kenyataannya, Ibel harus menerima. Tapi sayang, hubungan kasih Dira dan Karra tidak selalu berjalan mulus. Pertengkaran kerapkali mewarnai hubungan mereka. Dira dan Karra sering kali berbeda pendapat. Tapi pada akhirnya keduanya bertekad untuk lebih saling menyayangi dan tak lagi saling menyakiti.

Disaat sedang menikmati masa-masa pacarn dengan Dira, Karra harus menghadapi kenyataan pahit, Dira tergolek taj b umurnya tidak akan berdaya di sebuah rumah sakit, semenjak dua hari tidak bertemu saat terakhir berkencan bersama. Karra baru mengetahui kalau Dira mempunyai penyakit yang susah untuk diesmbuhkan, Dira sudah di vonis oleh dokter bahwa umurnya tidak akan panjang lagi. Karra hanya bias memandang wajahnya sambil menangis tersedu saat menjenguk dan menemani Dira di rumah sakit. Tapi masa itu tidak berlangsung lama. Pada akhirnya Dira meninggal karna sakit yang bersarang ditubuhnya. Karra sangat terpukul dan tidak rela jika Dira meninggalkannya tuk selama-lamanya. Karra baru menyadari bahwa sikap Dira ketus padanya karna Dira tidak ingin menyakiti orang yang disayanginya hanya untuk masuk ke dalam kehidupan Dira yang hanya tinggal menghitung waktu saja.

Karra makin nangis terisak saat ia membacasurat terakhir yang ia terima dari mamanya Dira yang Dira buat sebelum ia meninggal. Isi suratnya seperti ini ..
Karra,
Maaf… karena selalu mebuatkamu marah
Maaf… karena selalu membuat kamu benci sama aku
Maaf… atas semua kepedihan yang aku timbulkan
Maaf… karena selalu membuat kamu mengalah dalam segala hal
Maaf… karena aku selalu keras kepala
Maaf… karena telah membuat kamu masuk ke dalam kehidupanku
Maaf… karena aku harus pergi ninggalin kamu

Terima kasih… karena kamu telah membuat hari-hariku indah
Terima kasih… karena kamu telah memperlihatkan mata yang paling indah yang pernah kulihat
Terima kasih… karena kamu telah membuat aku memiliki semngat untuk hidup
Terima kasih… karena kamu selalu menganggap aku pintar
Terima kasih… karena kamu mebuat aku sadar bahwa kita harus berjuang untuk hidup dan bahwa hidup ini harus diarungi melalui semangat, perjuangan dan kemauan keras
Terima Kasih… karena kamu memberikan kebahagiaan terbesar dalam hidupku
Terima Kasih… karena kamu telah luar biasa sabar menghadapi aku
Karena telah mengajari aku untuk mendoakan agarorang yang aku cintai bahagia
Karena telah mengubah hidupku yang kosong
Karena telah menjadi satu-satunya orang yang bias membuatku mengalah
Karena telah memberikan sesuatu yang selama ini nggak bias aku kasih ke kamu
Karena telah menjadi wanita yang luar biasa dan nggak tertandingi yang pernah masuk dalam kehidupanku

Terima Kasih… karena kamu telah menjadi bidadariku selama ini
Aku nggak akan kemana-mana

-Dira-

Sepeninggal Dira, Karra berubah menjadi 180 drajat, dia menjadi pemurung sering nangis karena terus teringat Dira. Ibel berusaha menghibur Karra. Di saat masa berduka Karra, Ibel selalu mencoba menghibur Karra, dan akhirnya Karra merespon perhatian Ibel padanya. Dan pada suaru hari Ibel menunggu Karra di kapal pesiar di sana Ibel menyatakan cintanya kepada Karra dengan memberikan kejutan yang sangat tak di duga oleh Karra dan akhirnya Karra pun menerima cintanya Ibel.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

FAIRISH


Novel ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari seorang cewek bernama Fairish atau yang biasa yang dipanggil Irish. Irish adalah gadis yang agak tomboi, cuek, dan tak terlalu memperhatikan penampilan seperti Meta, Pipit, Daniar, Wulan, dan teman-teman lain seusianya.
Awal permasalahan yang menjadi inti cerita pada novel ini mulai tampak pada saat SMU Palagan, sekolah Irish kedatangan seorang siswa baru pindahan dari sebuah kota kecil di pinggiran Jakarta, bernama Davidio Daniel Dharmawan atau yang biasa dipanggil Davi. Seketika itu pula, Davi yang merupakan cowok yang sempurna mulai menarik simpati cewek-cewek yang ada di kelas itu. Tetapi ia tetap menanggapi itu semua dengan dingin. Ternyata tak semua cewek di kelas itu menaruh simpati padanya. Irish-lah satu-satunya cewek yang tak terlalu berminat untuk ikut-ikutan seperti teman-temannya yang lain. Mungkin hal itu memang karena sifat Irish-lah yang cuek.
Lain Irish, lain pula Davi. Justru dengan sikap Irish yang seperti itu membuat Davi suka padanya. Awalnya, ia hanya ingin duduk bersebalahan saja dengan Irish agar ia tak terlalu merasa terganggu mengingat sikap Irish yang tak terlalu perduli akan kehadirannya di kelas itu. Tapi, Davi mulai merasa ada kecocokan dengannya, sampai-sampai ia mulai menceritakan latar belakang kepindahannya dari sekolah yang sebelumnya.
Keputusan untuk pindah Davi lakukan untuk menghilangkan kenangan masa lalunya yang pahit dan terus menyiksanya. Di sekolah sebelumnya, Davi pernah mempunyai pacar yang bernama Meilani. Tapi, hubungan mereka tak berlangsung lama. Meilani meninggal saat sepeda motor yang dikendarai Davi untuk memboncengnya mengalami kecelakaan. Keluarga Meilani tak bisa terima akan kejadian tersebut. Dari sinilah Davi mulai berjanji tidak mau berurusan lagi dengan yang namanya cewek. Davi memang terkenal kasar pada cewek.
Untuk menghindari masalah tersebut, Davi pun meminta pada Irish untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Sebenarnya Irish ingin menolak permintaan Davi tersebut. Walaupun Irish adalah cewek yang cuek, ia tetap menyadari bahwa Davi adalah sosok yang bisa memikat hatinya, dan karena rasa iba padanya, irish pun menerima permintaan Davi. Berdekatan dengan cowok cakep tidak seterusnya terasa indah, seperti itulah yang dirasakan Irish.
Setelah ia mulai memainkan perannya sebagai pacar pura-pura Davi, Irish mulai dimusuhi oleh cewek-cewek lain yang menaruh simpati pada Davi. Selain itu, Irish juga harus menahan perasaan sukanya pada Davi yang mulai tumbuh karena seringnya mereka bersama.
Perasaan itu mulai bisa ditekan ketika di sekolah Irish kedatangan seorang siswa baru lagi yang bernama Alfa. Alfa yang terkenal norak dan periang itu selalu menganggu hubungan Davi dengan Irish untuk menarik simpatik Irish padanya. Alfa pun berhasil, karena memang hubungan Irish dengan Davi hanyalah pura-pura. Davi tak bisa menolak keinginan Irish untuk selalu bersama Alfa, walaupun Davi sendiri mulai ada rasa suka pada Irish.
Menarik simpati Irish bukanlah tujuan Alfa yang sebenarnya. Alfa adalah sepupu Meilani yang tak bisa menerima perbuatan Davi yang mengakibatkan kepergian Meilani. Mendekati Irish hanyalah sebagai suatu siasat untuk memulai urusannya dengan Davi, meskipun pada akhirnya Alfa juga mengakui bahwa ia mulai suka pada Irish sejak ia sering bersama.
Davi memang bersalah, tapi tak sepantasnya ia dipermainkan seperi itu, apalagi jika ada sangkut-pautnya dengan perasaan. Davi mulai mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan semua rasa yang ada di hatinya pada Irish. Pada akhirnya Davi menyatakan perasaan cintanya itu pada Irish di puncak pegunungan tempat kenangan Davi dengan Meilani. Dan Irish-pun mengiyakannya karena memang sebenarnya dia mencintai Davi apa adanya.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BRONDONG LOVER



Gimana jadinya kalau tahun ajaran baru aja seorang Nasha udah mesti menghadapi yang namanya mantan yang posesif dan adek kelas yang nyebelin abis? Sejak hari pertama MOS, yang sialnya ia mesti ketemu Kevin, mantannya yang superrese yang juga panitia MOS, ia juga mesti menghadapi makhluk yang bernama Dave yang selalu ngebantah apapun kata Nasha dan ogah banget yang namanya bekerja sama? Nyebelin banget nggak sih?
Lebih parah lagi kalau Nasha sampai bener-bener jatuh cinta sama adek kelas nya yang bernama Dave itu. Oh no! apa kata dunia? Masalahnya Dave itu bener-bener tahu gimana bikin hatinya balapan. Mulai dari ngebelain pas Nasha lagi berantem sama Kevin sampe nolongin Nasha waktu camping..
Belum lagi ada Kak Elang, gebetan kakaknya Nasha yang kayaknya naruh perhatian lebih ke Nasha? Juga masih ada Kevin yang ngerasa hubungan mereka belum selesai. Siap ga sih seorang Nasha punya predikat "Brondong Lover"?

Hmm, Nice story! kayaknya ceritanya seruu deh. Pengen banget beli novel iniii, tpi kapan yaa (́_̀) bagi yang ada novel ini, pinjemin doong :p hahaha :D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DIA TANPA AKU



Ronald, cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau PDKT. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itulah ia hanya bisa mengamati Citra dari jauh.
Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra masuk SMA! Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra masuk SMA yang sama dengan adiknya, Reinald, dan sekelas pula. Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Cowok itu kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra.

Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh permusuhan. Keduanya kemudian kerap bertengkar tanpa Citra tahu pasti alasan sebenarnya.

Sikap Reinald berubah drastic ketika Citra memutuskan untuk tidak lagi mangacuhkannya. Kini Reinald berada pada posisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald itu tanpa sadar mendekatkan keduanya. Dan akhirnya Reinald tak lagi ingin menjaga Citra demi almarhum kakaknya.

“Gue suka cewek lo,” ucap Reinald suatu hari di depan foto Ronald. Dan itu membuat sang kakak kemudian “kembali”!


NOTE : novel yang bagus walaupun agak aneh jadinya ketika Ronald “kembali”...suka banget kalo Citra lagi berantem sama Reinald...hihihi :p ending-mya memuaskan walaupun tetep yaa tanpa pernyataan :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AYAH MENGAPA AKU BERBEDA


KELAHIRANKU

Saat aku terlahir di dunia ini, ayahku pernah bercerita kalau ia mendengar suara tangisku yang begitu kencang. Suster dan dokter yang ikut membantu proses kelahiranku begitu bingung karena tidak bisa membuatku terdiam. Mungkin, aku tidak pernah mengerti mengapa aku terus menangis dan tidak bisa dihentikan oleh siapapun selain saat suster kemudian meminta ayahku yang sedang berada diruang tunggu untuk melihatku.

Saat ayah menyentuh jari pertamanya pada wajahku yang lahir prematur, ia menangis dan aku yang awalnya menangis kencang terdiam. Ia langsung mengangkat tubuhku yang disambut sukacita oleh suster-suster yang sejak tadi pusing karena suara tangisku. Ayah mengendongku dengan lembut sambil berkata,

Mulai saat ini hanya kamulah yang paling berharga dalam hidup ayah..

Ya, aku adalah anak yang paling berharga baginya. Kelahiranku adalah sebuah dua sisi yang cukup membuat ayah begitu tertekan. Ibu mengalami pendarahan hebat dan hanya ada sedikit pilihan baginya. Aku yang mati atau ibu yang harus merelakan nyawanya. Tapi ibu memilih untuk melahirkanku kebanding harus mengarborsi bayi yang ada di kandungannya selama 7 bulan. Ia melupakan semua saran dokter demi aku. Sang janin kecil yang terus membuat nyawanya terancam.

Ayah mencintaiku dan juga ibuku. Tapi ia tidak ingin membuat ibu bersedih, disamping genggaman tangannya, ia melihat ibu menghembuskan nafas terakhirnya diikuti oleh suara tangisku yang terdengar memilukan. Oh Tuhan, aku tidak pernah mengerti mengapa aku adalah beban bagi hidup ibuku. Kalau saja aku mengerti aku hidup untuk menyusahkan ibuku, mungkin aku tidak akan memilih untuk terus hidup.

Tapi semua itu adalah rencana Tuhan yang tidak bisa dihindari. Seperti takdir yang mempertemukan ibu dan ayahku. Mereka menikah dan menjadi keluarga kecil bahagia. Harapan kedua orang tuaku hanya satu, ingin hidup bersama hingga waktu memisahkan mereka. Tapi perpisahan terjadi begitu singkat setelah pernikahan 2 tahun itu dan pertemuan kelahiran aku dan ayah adalah saat-saat terindah bagi ayah. Ayah yang juga menjadi ibu bagi diriku.

Suster kemudian bertanya kepada ayah ketika melihatku mulai terdiam.

Anak ini ingin diberikan nama apa pak? Tanya suster itu pada ayah.

Angel.. berikan nama dia Angel.. kata ayah.

Angel, nama yang ayah berikan kepadaku untuk mengenang ibu yang juga bernama Angel. Mereka memiliki rahasia mengapa aku diberikan nama itu dan aku hanya akan tau disaat usiaku nanti besar. Setelah aku tenang, ayah kembali memberikan aku kepada suster yang langsung memberikan aku perawatan intensif.

Karena aku lahir prematur, aku harus dirawat untuk waktu yang cukup lama hingga aku bisa keluar dari rumah sakit. Ayah yang bingung, kemudian meminta ibunya untuk membantu aku. Nenekku yang berasal dari Kota kemudian datang dan ikut bersama-sama dengan ayah untuk merawatku. Ayah belajar banyak untuk menjadi seorang ibu bagiku. Nenek dengan tekun melatihnya. Ia mengajarinya banyak hal dengan teliti.

Ayah belajar bagaimana untuk menganti popoku, bagaimana untuk membuatku mandi dengan benar lalu membuat susu yang baik bagiku. Karena tidak ada ASI dari ibu, ayah harus menambah beberapa vitamin tambahan yang diberikan dokter agar aku dapat tumbuh dengan sehat dan sempurna. Bersama kedua malaikat itu, aku pun tumbuh dengan berjalannya waktu. Mereka berdua bergantian menjagaku, bila ayah harus bekerja, nenek dengan siaga menjagaku begitu sebaliknya bila nenek sedang beristirahat, ayah akan menjagaku dengan sungguh-sungguh agar tidak menangis dan menganggu istirahat nenek.

Aku tidak tau betapa aku adalah bayi yang menyebalkan karena ayah bilang saat aku kecil, aku selalu buang air kecil setiap popok baru terpasang.Aku juga tidak pernah mau mendengarkan semua nyanyian yang ayah berikan padaku ketika ia membuatku mencoba tidur. Sampai akhirnya ketika usiaku menginjak 3 tahun. Ayah mulai merasa aneh dengan sikapku yang selalu tidak peduli terhadap panggilannya.

Ia memberikan aku banyak mainan boneka dan aku sangat suka bermain dengan boneka-boneka yang ayah bawakan setiap ia pulang kerja. Disaat aku bermain boneka, ayah memandangku. Sedangkan nenek sedang membuatku aku bubur untuk makan malamku.

Angel .. teriak ayah padaku yang sedang asyik bermain boneka sapi kartun lucu.

Ia kemudian mendekatiku, lalu membelakangi tubuhku, ia mengunakan dua tangannya diatas kepalaku. Sambil menepuk keduanya dengan kencang tepat di belakang kepalaku. Ayah melakukannya berulang-ulang hingga ia berhenti dan menarik nafas panjang. Nenek melihat tingkah ayah dan bertanya.

Sedang apa kamu Martin? nama ayahku.

Ibu, aku merasa Angel tidak bisa mendengar apa yang aku lakukan, bahkan ia tidak bisa merespon tepukan tangan tepat di belakangnya. Bila ia bisa mendengar.. harusnya ia akan terkejut..tapi ia diam saja.

Nenek meletakan bubur di mangkok tangannya diatas meja.

Ibu juga merasa ada yang tidak beres, bagaimana kalau kita coba bawa ke dokter. Mungkin mereka bisa menemukan jawabannya..

Baiklah bu. Aku akan mandi setelah ibu kita pergi..

Sesungguhnya perasaan cemas aku tidak bisa merespon dan mendengar apapun yang ayah perintahkan sudah sejak lama ayah simpan. Tapi ia mencoba berpikir positif hingga akhirnya hari ini ia benar-benar harus mencoba mencari tau apa yang terjadi padaku. Setelah aku menikmati semangkok bubur dan merasa kenyang aku tertidur dan ketika terbangun, aku sudah ada di rumah sakit dengan dokter yang sedang memeriksa telingaku dengan sentel kecil berwarna putih yang cukup aneh bagiku. Dokter perempuan itu tersenyum padaku lalu aku langsung diajak oleh nenekku untuk jalan-jalan disekitar ruangan rumah sakit.

Ayah berbicara dengan dokter Intan yang adalah spesialis telinga.

Bagaimana Dok, dengan kondisi Angel, mengapa dia tidak bisa merespon panggilan dan perintah?

Dengan sangat menyesal saya harus mengatakan kalau anak bapak adalah seorang tunarungu..

Tunarungu.. bagaimana bisa?

Melihat catatan kelahiran dan kesehatannya, anak bapak yang lahir secara prematur memiliki banyak hal yang bisa terjadi, tunarungu adalah salah satu yang bisa terjadi pada setiap anak-anak yang terlahir secara prematur.

Ayah terdiam.

Bapak tidak perlu bersedih ataupun panik, saat ini sudah banyak pendidikan dan orang yang hidup dengan kondisi yang sama dengan anak bapak tapi bisa memiliki masa depan yang baik. Bila sejak dini kita mendidik dan mengajarinya, kelak anak itu akan tumbuh seperti anak-anak normal lainnya..

Tapi keadaan ini sangat membuat saya sedih, kasihan anak itu, ia tidak menyadari keadaanya, apa yang harus saya lakukan untuk memberitahunya. Bagaimana caranya ia tau apa yang harus saya jelaskan sedangkan dia sendiri tidak bisa mendengar dan bahkan mengerti apa yang saya katakan.

Begini saja, saya memiliki seorang kenalan yang sudah berpengalaman untuk mendidik dan bagaimana caranya menjadi orang tua tunarungu, mungkin ia akan membantu bapak dalam masalah ini.

Dengan wajah sedih ayah menerima tawaran dokter itu pada kenalannya. Ia keluar dari ruangan dokter dan aku bersama nenek langsung mendekatinya. Nenek bertanya kepada ayah yang tampak murung.

Bagaimana hasilnya, Tin?

Angel positif tunarungu, Bu..

Nenek ingin menangis ketika mendengarkan kalimat itu keluar dari mulut ayah tapi ia tidak ingin membuat ayah lebih bersedih. Disaat seperti ini, hanya dialah orang yang bisa menghibur dan menguatkan hati ayah untuk terus bersemangat membesarkanku. Ayah memang bukanlah seorang ibu, tapi ia memiliki ibu yang berpengalaman merawatnya hingga besar seorang diri tanpa ayahnya. Kakek meninggal saat ayah berusia 3 tahun karena kecelakaan dan apa yang terjadi pada ayah saat ini, seperti halnya pernah terjadi pada nenek.

***

KISAH CINTA ORANGTUAKU

Mengapa aku terlahir cacat? Mungkin hanya Tuhan yang maha tau untuk menjawabnya. Bagaimanapun keadaanku dan apapun keadaanku. Inilah jalan yang harus aku jalanin.Ayah mungkin sejak awal sudah menyadari apa yang akan terjadi padaku ketika dulu sebelum aku terlahir ia mendapatkan peringatan keras dari dokter untuk melarang kelahiranku. Tapi ia juga paham, ibu yang berhati mulia seperti istrinya tidak akan pernah tega melakukan apayang dokter sarankan walau kematian adalah ancaman terbesar baginya.

Ibu dan ayah, sejak dulu memang sudah harus melalui penderitaan cinta untuk bersatu. Ibuku tiga tahun lebih tua dari ayah, ia adalah seorang putri dari orang tua yang sukses dan kaya.Ayahku hanya seorang anak yang terlahir dari ibu tunggal yang bekerja sebagai pembuat kue. Mereka dipertemukan oleh sebuah takdir disaat ayah yang mendapatkan beasiswa belajar musik di sekolah belajar musik terkenal karena melihat bakat ayah yang cukup tinggi bermain piano. Sedangkan ibu adalah seorang senior di sekolah musik itu.

Ibu terkesan dengan ayah yang begitu mahir bermain piano. Ia secara tak sengaja mendengar permainan piano ayah saat hendak ingin masuk ke kelasnya. Bukannya masuk ke kelasnya sendiri ia malah terduduk di kursi kelas ayah. Saat ayah selesai bermain piano, ibu memberikan tepuk tangan meriah pada ayah. Ayah yang saat itu berusia 14 tahun hanya tersipu malu melihat ibu yang cantik memuji permainannya. Sejak saat itu mereka pun berkenalan dengan malu-malu ayah mengenalkan dirinya pada ibu yang sudah menjadi gadis remaja dewasa karena 3 tahun lebih tua darinya.

Angel.. kata ibu sambil pergi meninggalkan ayah.

Ayah mungkin melihat ibu sebagai cinta monyet pertamanya tapi ketika ia mulai mencoba mencari tau tentang ibu, hatinya langsung ciut ketika melihat ibu setiap hari pulang pergi ke tempat sekolah musik dengan supir dan mobil mewah. Ia tidak punya nyari mendekati ibu dengan hanya bermodalkan sepeda butut peninggalan ayahnya. Dan ia pun tidak pernah mencoba untuk mendekati ibu karena ia sudah sadar sejak awal, gadis secantik ibu hanya ada dalam dongeng mimpi bila mau padanya.

Beberapa waktu kemudian, tanpa sengaja ayah melihat ibu yang menangis di tangga sekolah musik. Saat itu ia hendak naik ke lantai atas dan berpas-pasan dengan ibu yang menangis. Ayah mencoba lewat dan ibu memintanya berhenti sambil berkata.

Memangnya kamu tidak bisa apa menghibur seorang gadis yang menangis, jangan hanya Cuma lewat dan diam saja dong.. kata ibu.

Maaf, aku takut membuatmu marah, karena itu tidak ingin mengganggumu..

Kan kami bisa Tanya kenapa aku nangis? Gimana sih.. pinta ibudan ayah hanya bingung.

Tuh kan bingung, ayo Tanya kepada aku nangis?? teriak ibu dan ayah mengikuti dengan gugup.

Kenapa kamu menangis Angel..

Ketika mendengarkan pertanyaan itu ibu malah berteriak semakin kencang dan menangis, banyak orang yang mendengar tangisan ibu langsung mendekat dan berpikir bahwa ayah membuat ibu menangis. Ayah yang tampak bodoh disudutkan dengan kondisi itu apalagi supir ibu langsung membawa ibu pergi begitu saja. Sejak saat itu ayah merasa menjadi terdakwa dan memutuskan untuk tidak sekolah musik lagi karena tidak ingin menjadi orok-orokan teman-teman sekelasnya.

Nenek bingung dengan ayah yang tidak lagi sekolah musik, padahal ia sangat berharap mendapatkan beasiswa itu sejak lama.

Kamu tidak sekolah musik lagi, Tin? Tanya nenek.

Males bu, anak-anak orang kaya pada sombong, belajar di rumah juga sama aja. Toh itu piano tetap bisa jalan kan walau gak perlu belajar tambahan lagi..

Ya terserah kamu saja, yang penting kamu jangan lupa sekolah kamu yang utama, sekolah musik itu kan Cuma tambah saja..

Menghabiskan waktu di rumah, ayah ikut membantu itu menjaga toko rotinya.Tanpa ia sangka, Angel muncul di tokonya untuk membeli kue. Ia terkejut melihat ayah yang sudah lama ia cari dan ini adalah pertemuan yang sudah ia nantikan.

ternyata kamu kerja disini ya..?

Enggak kok, ini toko roti ibuku..

Oo.. begitu. Martin, itu kan nama kamu! Tanya ibu.

Iya Martin��

Kenapa kamu gak sekolah musik lagi..

Gapapa, aku lagi pengen bantu ibuku saja, kebetulan karyawan lagi pulang kampung..!

Jadi bukan karena kejadian saat itu kan.. Tanya Angel sekedar untuk mengingatkan kejadian tangisnya yang menjadi heboh di sekolah musik.

Bu.. Bukan.. ucap ayah gugup.

Baiklah kalau begitu, aku beli sepuluh roti isi coklat. Tolong dibungkus..

Ayah dengan cepat mengemas roti pesanan ibu dan beberapa saat kemudian sekantung roti penuh pada ibu. Sambil memberikan uang ibu berkata.

Aku minta maaf ya atas kejadian kemarin, aku sedang ada masalah pribadi saja. Kapan-kapan kalau kamu ada waktu, aku akan jelaskan.. ucap ibu.

Gapapa, dengan senang hati aku akan mendengarkan ceritamu.. kata ayah tersipu malu.

ibu pun pergi dari toko dan ayah hanya terdiam bingung. Hatinya senang ketika gadis cantik itu meminta waktunya untuk mendengar ceritanya. Tiba-tiba ibu kembali lagi dan sambil berkata.

Hai, besok di sekolah musik aku akan tampil. Kamu datang ya.. jam 2 siang.. kata ibu kemudian pergi begitu saja.

Ayah benar-benar seperti mabuk kepayang dengan permintaan ibu. Hatinya begitu senang hingga membuat nenek harus mengetuk kepalannya dengan sendok adonan hingga tersadar dari lamunan.

Ibu aku mau lanjutin sekolah musik lagi.. teriak ayah.

Lah, tadi katanya bosen gimana sih!! Sudah jangan aneh-aneh, mandi sana.. biar ibu yang jaga sekarang..

Iya tadi bosen, sekarang sudah enggak, besok aku sekolah lagi. Kata ayah sambil pergi ke dalam ruangan kamarnya sambil menutup kepalanya dengan bantal.

****

Keesokan harinya, ayah benar-benar menepati janjinya untuk melihat penampilan ibu di sekolah musik. Saat itu banyak murid yang tampil sebagai uji kelayakan naik kelas atau level. Ayah tidak terlambat saat ia datang dan ibu sedang berada diatas panggung. Banyak penonton yang begitu terhanyut oleh alunan musik piano klasik yang ibu mainkan. sesekali ibu menolehkan wajahnya ke arah penonton dan berharap ayah ada disana dan akhirnya setelah beberapa kali menoleh ia menemukan ayah yang sedang berdiri karena tidak kebagian kursi.

Setelah musik selesai tepuk tangan ayah terdengar paling nyaring diantara yang lain. Ibu tertawa kecil melihat ayah yang memuji penampilannya. Sejak saat itu keduanya pun menjadi dekat, ibu dan ayah selalu menghabiskan waktu mereka di sekolah musik bersama.Itulah cinta monyet pertama ayah dan ibu, walau mereka tidak pernah menyatakan cinta dan mengatakan mereka berpacaran. Keduanya selalu dekat dan saling menghabiskan waktu bermain musik piano sebagai bentuk jalinan cinta mereka.

Cinta ibu dan ayah tidak selamanya berjalan baik. Empat bulan setelah masa-masa indah itu. Ibu harus melanjutkan pendidikannya ke Amerika Serikat yang disambut ayah dengan penuh kesedihan. Memang jarak cinta dan usia sangat berpangaruh dengan hubungan mereka, ibu yang lulus dari bangku sekolah menengah akhir harus melanjutkan kuliah sedangkan ayah baru saja masuk ke sekolah menengah akhir. Sehingga banyak hal yang akhirnya membuat mereka sulit bersama.

Ayah begitu berat melepaskan ibu dan disaat terakhir pertemuan mereka, mereka menghabiskan waktu dengan bermain piano bersama. Diantara suara alunan piano mereka pun bicara dengan hati yang terluka.

Kalau aku pergi dari sini, apa kamu akan tetap sekolah piano disini? Tanya ibu.

Tidak, aku akan kembali bantu ibu dan fokus pada sekolah umumku..

Kenapa, kamu kan suka piano dan sekolah disini kan tidak pungut biaya untuk kamu..?

Tidak ada kamu disini itu hanya membuatku sulit untuk melupakan kenangan kita.. kata ayah dengan wajah sedih.

Aku mungkin tidak akan kembali.. kata ibu.

Kenapa kamu tidak kembali, padahal aku berjanji untuk menunggu kamu sampai kembali..

Semua tergantung ayahku. Ia yang memutuskan, kalaupun harus kembali itu harus setelah aku selesai kuliah, memangnya kamu sanggup apa? Menunggu sekian tahun..

Aku pasti sanggup..

Ibu hanya tersenyum, ia sedikit lebih dewasa untuk menahan tangis disamping ayah. Dan itulah saat-saat terakhir mereka bersama. Bersama dalam sebuah ruangan piano dan bermain piano bersama. Ibu pun pergi melanjutkan pendidikan kuliahnya di Amerika, ayah memutuskan keluar dari sekolah musik dan fokus pada sekolah pendidikan umumnya. Di hatinya Cuma ada satu hal, ia akan terus menunggu dan menunggu ibu hingga kembali walau tidak akan pernah tau kapan itu terjadi.

5 tahun kemudian..

Ibu kembali dan usianya sudah 23 tahun. Ia mungkin sudah melupakan ayah untuk waktu yang lama dan ayah telah menjadi seorang pemuda tampan berusia 20 tahun. Ia baru saja lulus kuliah dan bekerja pada perusahaan dimana ayah ibu adalah pemiliknya. Mereka bertemu saat itu tidak sengaja mampir ke kantor ayahnya. Saat itu di sebuah sebuah lift, ibu dan ayah saling berpandangan. Ayah tidak akan pernah lupa wajah ibu yang cantik dan begitu pula ibu. Keduanya salah tingkah tapi bahagia dengan pertemuan itu dan keduanya sepakat untuk melanjutkan pertemuan itu dengan makan malam.

Ayah tidak pernah tau kalau perusahaan keuangan yang ia tempati adalah milik ibu. Ia pun tak menyadari kalau ibu akan bekerja ditempat yang sama. Keduanya semakin dekat dan ayah menepati janjinya kepada ibu. Ia tidak pernah memiliki seorang kekasih pun setelah berpisah dengan ibu, berlainan dengan ibu yang sudah memiliki beberapa kekasih dan itu ditunjukkan kepada ayah lewat foto-foto saat ia bersaman mantan kekasihnya di Amerika.

Ayah tidak peduli dengan semua itu, baginya saat ini ia sudah bisa bertemu dengan ibu dan kembali dengan hati yang penuh mencintainya. Ibu pun luluh dan kembali melihat ayah sebagai sosok pria sejati yang layak mendampingi hidupnya. Sayang seribu sayang, kisah cinta ibu dan ayah akhirnya sampai ke telinga ayah ibu. Ayah ibu marah karena tidak sudi melihat ibu berpacaran dengan karyawan rendahannya, ia malu dan gensi dengan hubungan tersebut.

Tanpa sebab, ayah ibu memecat ayah dan itu membuat ibu sangat marah. Ibu pun menyadari bahwa hubungannya telah diketahui ayah. Ia protes kepada ayah.

Kenapa ayah tidak bisa memisahkan masalah pribadi dan perkerjaan, jangan sewenang-wenang memecat Martin, ia tidak memiliki kesalahan dan bekreja dengan baik untuk perusahan kita.

Ia memang bekerja dengan baik tapi menghancurkan impian ayah dengan baik juga terhadap kamu.

Angel sudah besar ayah, Angel tau apa yang pantas Angel lakukan..

Pantas, menurutmu pantas berpacaran dengan seorang karyawan rendahan dan seluruh karyawan disini mempergunjing ayahmu.. dimana letak urat malumu.. memangnya kamu sudah tidak laku sehingga harus pacaran dengan orang rendahan seperti itu.

Martin pria yang baik dan tidak serendah yang ayah pikirkan.. kalau Martin ayah pecat, mulai hari ini, Angel pun angkat kaki dari perusahaan ini.

Sejak saat itu hubungan ibu dan ayahnya menjadi berantakan. Ibu sadar, ayah pasti tau mengapa ia dipecat dari perusahaan. Dengan berbesar hati ia menerima semua keputusan perusahaan dan tidak masalah baginya karena ia bisa bekerja pada perusahaan lain. Hubungan cinta itu terus berjalan tanpa sepengetahuan siapapun hingga 2 tahun kemudian, ibu dan ayah memutuskan untuk melanjutkan hubungan ini ke arah yang serius ketika ibu berusia 25 tahun.

Ayah melamar ibu di depan keluarganya dan langsung mendapatkan hujatan. Melihat tindakan nekad itu, kedua orang tua ibu memutuskan untuk membawa ibu ke Amerika dan membuat cinta ibu dan ayah terpisah. Awalnya semua berjalan dengan baik tapi ibu disaat-saat terakhir berhasil melarikan diri, ia kabur ke rumah ayah dibawah hujan yang besar. Disamping nenek, ibu memohon untuk tinggal bersama ayah.

Nenek yang tidak tega dan lebih berpikir luas akhirnya mengizinkan keduanya tinggal bersama. Cepat atau lambat, orang tua ibu akan mencarinya, keduanya pun memutuskan untuk kabur ke kampung halaman ayah di Semarang. Disana mereka hidup bersama dan akhirnya merayakan pernikahan secara resmi dibawa sedikit saksi-saksi yang dapat membuat sah pernikahan mereka. Ibu kembali dengan surat nikahnya dihadapan orang tuanya bersama ayah.

Dengan wajah penuh emosi, sejak saat itu. Ayah dari ibu berkata.

Mulai saat ini, kamu bukanlah anak ibu, pergi dari rumah ini..

Dengan tangis ibu pergi meninggalkan rumah dan kemewahan miliknya. Sebelum ia pergi, adik kandung satu-satunya memberikan sedikit uang yang ibu dan ayah tolak. Adik ibu memaksa dan berharap uang ini bisa digunakan untuk masa depan keluarga kecil ini karena setelah ini, mungkin mereka tidak akan pernah berharap uang ini bisa digunakan untuk masa depan keluarga kecil ini karena setelah ini, mungkin mereka tidak akan pernah bertemu lagi karena keluarga besar ibu memutuskan untuk selamanya menetap di Amerika dan meninggalkan semuanya.

Simpanan uang yang diberikan adik ibu akhirnya dijadikan modal ibu dan ayah membangun sebuah keluarga di Semarang kampung ayah. Ibu membuat kursus musik secara pribadi dan ayah berkerja di kantor keuangan. 1 tahun kemudian ibu mulai mengandungku, keluarga kecil itu begitu bahagia melengkapi kehidupan barunya, ibu memutuskan untuk berhenti mengajar les piano dan fokus pada bayi kecil yang kelak menjadi aku di masa depan.

Sebulan aku dalam kandungan, ibu mulai tampak telihat aneh. Ia sering merasa sakit dan tubuhnya melemah. Ayah mulai cemas karena ibu tidak seperti ibu hamil lainnya, apalagi nenek juga melihat keanehan karena semakin besar usia kandungan ibu, ia semakin terlihat tidak sehat. Ayah membawa ibu ke dokter dan inilah hal yang paling memilukan terjadi dalam kehidupan mereka. Tanpa mereka sadari, ada hal lain dalam hidup mereka yang tidak bisa disatukan.

Ayah memiliki darah yang bertolak belakang dengan ibu, ayah memiliki rhesus darah positif sedangkan ibu memiliki darah rhesus negatif. Dalam dunia kedokteran kedua darah tersebut tidak diperbolehkan untuk bersama. Pernikahan yang terjadi tanpa pernah melihat apa yang membedakan mereka akhirnya menjadi masalah bagi ibu. Ibu mengandung aku yang memiliki rhesus darah positif milik ayah dan itu membuat tubuh ibu menolak kandungan ibu.

Dan akibat perbedaaan itu, usia kandungan yang semakin besar akan membuat tubuh ibu semakin menderita. Dokter menyarankan ibu untuk mengugurkan kandungan, tapi ibu menolak keras rencana itu, bagi ibu, aku adalah segalanya dalam hidup. Ayah tidak bisa melakukan apapun dan tidak juga menyarankan ibu untuk mengugurkan aku karena ia tau, ibu begitu mencintai aku dan tidak akan pernah mau melakukan tindakan kejam itu. Tindakan ibu yang tegas akhirnya hanya bisa membuat dokter mengikuti kehendaknya tapi ia mengingatkan ibu bahwa ibu akan kapan saja mengalami kondisi maut bila aku dipertahankan

Dengan bertahan diatas kesakitan dan maut yang kapan saja menjemput ibu percaya bahwa Tuhan menciptakan aku dalam hidupnya dengan penuh tujuan. Akhirnya setelah masa-masa penuh derita itu, saat usia kandungan bayi mencapai 7 Bulan, ibu tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri. Ayah membawanya ke Dokter untuk dirawat di unit gawat darurat. Saat itu dokter memutuskan untuk mempercepat proses kelahiranku karena kondisi ibu yang sangat kritis bila aku terus bertahan.

Dengan tanpa pernah melihatku saat matanya terbuka, ibu meninggal tanpa pernah sadarkan diri disaat aku benar-benar berhasil di selamatkan oleh dokter. Ayah hanya bisa termenung sedih melihat kepergian ibu yang begitu mendadak. Tapi ia selalu teringat janjinya pada ibu disaat ibu memutuskan untuk bertahan dengan aku didalam tubuhnya.

Anak ini walau orang lain mengatakan tidak pantas untuk dilahirkan, bagiku ia adalah malaikat yang hidup dihatiku, Martin. Kelak ketika ia lahir, berikanlah nama Angel padanya. Karena dokter bilang anak ini berjenis kelamin perempuan..

Kenapa kamu berkata begitu?

Karena aku takut kamu lupa untuk memberikan nama ini. Jadi aku ingatkan..

Tak disangkat ayah, itulah pesan terakhir ibu untuk ayah sebelum ia meninggal. Ayah hanya bisa menangis dan berusaha tegar untuk kedua kalinya ia harus ibu tinggalkan. Dan kini aku mengerti mengapa aku menangis begitu kencang saat aku terlahir ke dunia ini. Karena aku menangis untuk memanggil ibu yang telah pergi untuk mengorbankan jiwanya padaku. Aku menangis karena aku ikut bersedih tidak pernah melihatnya seperti ia tidak pernah bisa melihatku ketika terlahir.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS